Minggu, 19 April 2009

PERTAMINA GELAR CARA PENANGANAN LIMBAH RUMAH TANGGA

Cilacap. PT Pertamina UP IV Cilacap sangat memperhatikan terhadap lingkungan, perhatian tersebut tidak hanya dengan melakukan aksi penanaman pohon dan berbagai kegiatan lapangan. Namun perusahaan tersebut juga tidak segan memanggil tokoh lingkungan yang teruji menjadi pelopor penyelamatan lingkungan, yakni dengan menghadirkan Hartini Bambang Wahono 77 tahun, seorang praktisi lingkungan asal Jakarta.

Bertempat di Gedung Wanita Patra Pertamina Cilacap, sosok peraih penghargaan Kalpataru dan pelopor pengelolaan limbah rumah tangga ini, akhir pekan lalu memberikan pelatihan mengubah limbah dapur menjadi barang yang bermanfaat.

Kegiatan yang digelar dalam rangka hari lingkungan hidup tersebut, di hadiri peserta mencapai 200 orang lebih. Mereka adalah para anggota PKK yang ada di Cilacap kota dan sekitarnya.

Menurut Hartini Bambang Wahono, bahwa dapur adalah sumber limbah, jika kita bisa mengolah limbah dapur, kita bisa ikut menyelamatkan lingkungan.

Yang bisa membusuk di olah menjadi kompos, sedang sampah yang tidak busuk di olah menjadi barang yang berguna.

Dengan perbandingan yang sesuai, sampah daun kol, kangkung, timun dan sayur lain bisa jadi kompos. Semua sampah organik itu dicacah, dicampur dengan kompos yang sudah ada, dipendam di dalam tanah, dan jadilan kompos. Sementara yang non-organik, seperti plastik dan bungkus diterjen, dianyam menjadi kerajinan tangan sederhana seperti tas belanja dan dompet.

Lebih lanjut menurut Hartini, dalama hal ini yang penting niat, sebab pihaknya sudah melakukannya puluhan tahun dan tidak ada limbah dapur yang terbuang, semuanya berguna. Pupuk dari limbah dapur bisa digunakan untuk memupuk tanaman, baik tanaman hias maupun tanaman keras. Sementara hasil olah sampah non organik bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Langkah seperti itu efektif, karena kalau membuang plastik bungkus deterjen butuh waktu 400 tahun agar plastik tersebut bisa dibusukan oleh tanah, hal itu sesuai data akademis.

Pada kesempatan tersebut juga dipaparkan sekaligus dipraktekan bagaimana mengubah sampai oganik dapur menjadi kompos. Selain itu juga ditunjukan bagaimana sampah non-organik (yang tak bisa membusuk) diolah menjadi barang berharga.

Sementara itu menurut Wakil ketua panitia acara tersebut, Teguh Irmantoro yang juga Kabid Lindungan Lingkungan Pertamina UP IV Cilacap, acara tersebut adalah bagian dari agenda peringatan hari lingkungan hidup 2008, dengan melibatkan ibu-ibu untuk peduli lingkungan dengan pemanfaatan sampah domestik menjadi kompos.

Dikatakan melalui kegiatan tersebut setidaknya ada upaya untuk mengubah pola pikir mengenai sampai rumah tangga sebagai sesuatu yang tidak berguna untuk diubah menjadi yang berguna. (Rien)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar